Ajal Tidak Menunggu Taubatmu

2622

Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. Kita seolah lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tau kapan kedatangannya. Sesuatu yang bagi sebagian orang sangat menakutkan. Tahukah kita kapan kematian akan menjemput kita??? Bila tiba saatnya kelak kita menghadap Allah Yang Perkasa hanya ada satu harapan, semoga kita menjadi penghuni surga. Biarlah dunia jadi kenangan, juga langkah-langkah kaki yang terseok di sela dosa dan pertaubatan.

Allah Swt berfirman: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Al-Imran:185)

Tidak ada seorangpun didunia ini dapat menggambarkan bagaimana perasaan dan pengalaman mereka menghadapi kematian. Ajal tak mengenal usia, entah itu muda ataupun tua, dan tak mengenal si kaya dan si miskin. Dalam sebuah hadist Rasulullah saw, menjelaskan bahwa kesakitan ketika hampir mati itu seperti dipukul 100kali dengan pedang tajam atau seperti dikoyak kulitnya dari daging ketika masih hidup. Bayangkanlah betapa sakit dan dahsyatnya saat menghadapi kematian.

Adapun tanda tanda ketika akan menghadapi kematian dalam waktu 3 hari sebelum ajal menjemput, salah satunya ialah:
Pada waktu ini akan terasa denyutan di bagian tengah dahi kita. Jika tanda ini bisa dirasakan, maka berpuasalah kita supaya perut kita tidak mengandung banyak najis dan ini akan memudahkan orang yang akan memandikan dan membersihkan kita nanti.

Saat ini, bola mata kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit, bagian hidungnya akan perlahan-lahan jatuh, ini dapat dilihat jika kita melihatnya dari samping. Telinganya akan terlihat layu, di bagian ujung-ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terjulur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

Apabila ajal telah tiba, tidak ada yang bisa menahan barang sedetik, tidak juga ada yang mampu mengulurnya, demikian janji Allah kepada seluruh manusia. Maka dari itu marilah kita memperbaiki diri dan memperbanyak amal dan perbuatan yang baik sebelum ajal menghampiri, Karena ajal tidak menunggu taubatmu.

by afdafa@email.com