Dzikir

Dzikir

Dzikir

Dzikir berasal dari bahasa arab, adz-dzikir yang berarti mengingat, mengucap atau menyebut, dan berbuat baik. Dzikir berarti berbua tbaik dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah sesuai dengan yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Dzikir merupakan suatu kewajiban bagi umat Islam. “Wahai orang-orang yang beriman, ingatlahkepada Allah denganmengingat (nama-Nya) sebanyak banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41-42)

Kata dzikir dalam ayat-ayat Al-Qur’an, Imam Ibnu Qoyim berpendapat, “dzikrullahituialah Al-Qur’an yang telah Allah turunkan kepadaRasul-Nya, dengannya akan tenang hati orang yang beriman, karena hati tidak akan tenang kecuali dengan iman dan yakin. Dan tidak ada jalan untuk memperoleh keimanan dan keyakinan kecuali dengan Al-Qur’an”. Mengapa Al-Qur’an dikatakan dzikir, karena Al-Qur’an berfungsi sebagai pengingat, penggugah, dan penyadar. Dzikir ada berbagai macam, diantaranya yaitu : a. Dzikir dengan hati, yaitu dengan cara bertafakur, memikirkan ciptaan Allah sehingga timbul didalam fikiran kita bahwa Allah adalah dzat Yang Maha Kuasa. Semua yang ada di alam semesta ini pasti adalah yang menciptakan, yaitu Allah SWT. Dengan melakukan dzikir seperti ini, keimanan seseorang kepada Allah SWT akan bertambah. b. Dzikir dengan lisan(ucapan), yaitu dengan cara mengucapkan lafadz-lafadz yang didalamnya mengandung asma Allah yang telah diajarkan oleh Rasulullah kepada umatnya. Contoh: mengucapkan tasbih, tahmid takbir, tahlil, sholawat, membaca Al-Qur’an dan sebagainya. c. Dzikir dengan perbuatan, yaitu dengan cara melakukan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi laranganNya. Yang harus diingat ialah bahwa semua amalan harus dilandasi dengan niat. Niat melaksanakan amalan-amalan untuk mendapatkan ridho Allah SWT. d. Dzikir dengan keyakinan, yaitu mantapnya aqidah tauhid dalam perjalanan hidup, bahwa segala sesuatu terjadihanya menurut kehendak Allah. Dan adanya keyakinan yang utuh bahwa hanya Allah –lah yang berhak disembah. Dzikir dengan keyainan yang sampai ke lubuk hati merupakan tingkatan yang tertinggi. Mereka tidak akan terkagum-kagum kepada apapun, kecuali hanya kepada Allah. Godaan terbesar dalam dzikir ini adalah syirik. “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) –Ku” (QS. Al-Baqarah : 152). Mari kita banyak berdzikir agar kita diingat oleh Allah SWT. Jangan lupa mendirikan sholat karena amalan sholat adalah yang pertama kali dihisab.

by Amalia Miza