Empat Bulanan Kehamilan

Kehadiran seorang anak pasti sangat dinantikan oleh setiap pasangan telah menikah. Bahkan, oleh seluruh keluarga besar. Salah satu hikmah pernikahan memang untuk melanjutkan keturunan. Maka Rasulullah SAW pernah bersabda untuk menikahi perempuan yang mudah rahimnya atau mudah memiliki keturunan.

“Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan kejadiannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nuthfah. Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga (40 hari). Kemudian menjadi gumpalan seperti sekerat daging selama itu pula (40 hari). Kemudian diutus kepadanya seorang Malaikat maka ia meniupkan ruh kepadanya dan ditetapkan empat perkara, ditentukan rezkinya, ajalnya, amalnya, sengsara atau bahagia.”
(HR. Bukhori & Muslim)

Sumber : http://www.rumahkeluarga-indonesia.com/jika-hendak-memberi-nama-bayi-5030/

Sumber : http://www.rumahkeluarga-indonesia.com/jika-hendak-memberi-nama-bayi-5030/

Sebuah hadis mengungkapkan bahwa pada usia kehamilan seratus dua puluh hari atau empat bulan janin yang berada di dalam kandungan akan ditiupkan ruh dan ditetapkan segala perkara duniawinya. Maka tak jarang beberapa calon orang tua menggelar pengajian empat bulanan ataupun hanya mengantarkan hidangan tertentu ke orang-orang terdekat. Selain sebagai wujud rasa syukur atas titipan Allah SWT juga untuk mendoakan si calon bayi agar memperoleh ketetapan yang baik. Sehingga nantinya ia akan menjadi seorang anak yang lurus sesuai harapan orang tuanya dan berguna bagi agamanya. Pengajian empat bulanan bukan ibadah yang wajib dalam Islam. Tidak menyelenggarakannya pun tidak masalah. Kembali pada keyakinan pribadi saja.

Bila diadakan acara pengajian di rumah biasanya yang diundang adalah keluarga dekat, ibu-ibu majelis taklim, dan tetangga di sekitar lingkungan. Layaknya sebuah acara pengajian ada beberapa ayat Al-Qur’an yang dibacakan, yakni surat Ar-Rahman, Luqman, Yusuf, Maryam, dan Yasin. Selain itu dibacakan pula doa-doa yang baik untuk keselamatan kelahiran si calon bayi dan ibunya. Menu makanan yang dihidangkan pun sesuai selera penyelenggara acara. Terkadang para tamu masih diberi ‘bungkusan’ dan souvenir untuk dibawa pulang.

Akhirnya keputusan tergantung pada Anda. Pastinya setiap waktu doa-doa selalu dimohonkan demi kebaikan si calon bayi. Jika memang ingin mengadakan pengajian empat bulanan tidak perlu acara yang besar, cukup sederhana saja disesuaikan dengan budget yang Anda siapkan.

 

by Amalia Miza