Keutamaan Sedekah

Salah satu amalan yang dicintai Allah SWT adalah sedekah. Jika ditanya tentang keutamaan sedekah, mungkin kebanyakan orang akan menjawab sedekah untuk fakir miskin dan anak-anak yatim. Padahal semestinya yang lebih diutamakan adalah keluarga dan kerabat (sanak keluarga) yang memang membutuhkan.

Allah SWT berfirman:
يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (QS. Al Baqarah: 215)

Dari firman Allah SWT. di atas dapat kita pahami bahwa seharusnya yang menjadi prioritas menerima sedekah kita adalah keluarga. Meskipun sedekah untuk anak yatim dan fakir miskin juga sangat baik, namun hendaknya kita memenuhi tanggung jawab kepada keluarga terlebih dahulu sebelum orang lain. Dalam sebuah hadits riwayat Baihaqi, Rasulullah SAW. menegaskan bahwa ketika seorang muslim memberikan sedekah kepada orang miskin, sedekah yang ia berikan hanya bernilai sedekah, tetapi jika kita bersedekah kepada keluarga atau kerabat yang membutuhkan, kita mendapatkan dua pahala, yaitu pahala sedekah dan pahala menyambung silaturahmi.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
قلتُ: يا رسولَ اللهِ من أبَرُّ ؟ قالَ: أمَّكَ قالَ: قلتُ: ثمَّ مَن ؟ قالَ: أمَّكَ قالَ: قلتُ: ثمَّ مَن ؟ قالَ: أمَّكَ قالَ: قلتُ: ثمَّ مَن ؟ قالَ: ثمَّ أباكَ ثمَّ الأقربَ فالأقربَ
“Mu’awiyah bertanya, wahai Rasulullah siapa saja yang paling berhak bagiku berbuat baik padanya? Rasulullah menjawab: ‘Ibumu’ (sampai 3x). Lalu siapa: ‘ayahmu, lalu kerabat yang terdekat, dan seterusnya..'” (HR. Tirmidzi, ia berkata: “hasan”)

Wallahua’lambishawab. Hendaknya kita memperhatikan kondisi keluarga atau kerabat. Siapa tahu mereka sangat membutuhkan dukungan finansial dari kita. Nah, sahabat, sudahkah kita bersedekah? Semoga artikel pendek ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk sahabat sekalian.

Dari : berbagai sumber