Memakai Cincin Kawin Menurut Pandangan Islam

Cincin adalah perhiasan yang melambangkan komitmen. Tak sedikit pasangan yang memutuskan untuk mengenakannya, sepasang cincin untuk berdua. Produsen perhiasan pun selalu meng-update model cincin couple dengan target pasar bukan hanya pasangan yang akan menikah, namun juga untuk mereka yang akan bertunangan. Bahkan yang masih sebatas menjalin kedekatan. Karena dua cincin yang sama akan dipakai oleh pasangan, maka modelnya dibuat sesederhana mungkin namun tetap elegan. Sehingga si pria tak akan malu mengenakannya karena terlalu glamor dan si wanita juga tetap percaya diri mengenakannya. Atau model dibedakan sehingga menimbulkan kesan maskulin dan feminim namun tetap serasi. Nah sahabat, sebenarnya bagaimanakah hukum mengenakan cincin kawin menurut Islam?

tumblr_inline_ncrt75j64P1sccru8

Tradisi tukar cincin dalam suatu pernikahan memang bukan ajaran agama Islam. Namun dibawa oleh kebudayaan Barat yang akhirnya mengakar pada masyarakat kita. Sejauh ini belum ada fatwa yang mengharamkan cincin kawin. Namun masih menjadi perdebatan para ulama. Sebagian ada yang mengharamkan karena itu adalah produk kafir. Sebagian menghalalkan karena itu adalah tradisi di masyarakat namun tidak bertentangan dengan Islam. Sebagai muslim kita harus menimbang baik buruknya sesuatu dari pandangan Islam. Jika kita mempercayai kelangsungan suatu hubungan pernikahan tergantung pada cincin tersebut maka itu sama saja dengan syirik. Maka jangan sampai ada keyakinan seperti itu dalam hati kita. Seperti perhiasan lainnya cincin dibuat dari berbagai logam mulia seperti emas, perak, ataupun palladium. Namun perlu diperhatikan agama Islam telah mengharamkan emas dan sutera bagi laki-laki.

Sebagai mana tertera dalam beberapa hadis:

“Diharamkan memakai pakaian sutera dan emas atas laki-laki dari umatku”. (Hadist HR. Turmudzi)

“Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari ummatku, namun diharamkan bagi para pria”. (HR. An Nasai dan Ahmad) ”Barangsiapa dari umatku mengenakan emas kemudian dia mati masih dalam keadaan mengenakannya maka Allah mengharamkan baginya emas di surga.Dan barangsiapa Dari umatku yang mengenakan sutera kemudian dia mati masih dalam keadaan mengenakannya maka Allah mengharamkan baginya sutera di surga.” (HR. Ahmad)

Maka jika sahabat menginginkan mengenakan cincin kawin, hendaknya pilihlah cincin yang tidak terbuat dari emas. Mengenakan cincin yang terbuat dari perak ataupun palladium bisa menjadi pilihan yang bijak. Harganya pun lebih terjangkau dan tak kalah indah dari emas. Tidak masalah jika hanya digunakan sebagai tanda sebuah komitmen pernikahan, asal jangan sampai menjerumuskan kita ke dalam dosa syirik.

Halaman ini telah diakses dengan kata kunci: