Tradisi Sepulang Haji dan Umroh

Perbedaan haji dan umroh terletak pada waktu dan tempat pelaksanaannya. Umroh dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada bulan haji (antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah) serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.

Baik haji ataupun umroh selalu menjadi hal yang spesial bagi masyarakat Indonesia. Karena jarak Arab Saudi dengan Indonesia yang reatif jauh dan memakan biaya yang tidak sedikit, maka tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mengunjungi Baitullah. Maka sudah menjadi pemandangan biasa ketika keberangkatan dan pulang Ibadan haji dan umroh selalu penuh sesak oleh rombongan keluarga yang ingin mengantar dan menjemput. Tak sampai disitu saja biasanya setelah itu diadakan syukuran dengan susunan acara tertentu. Tuan rumah yang baru pulang berhaji/umroh pun akan ramai dikunjungi sanak keluarga, kerabat, kolega, sampai tetangga. Sebagian besar ingin mendengarkan pengalaman religius selama menjalani ibadah di kota suci umat Islam tersebut.

makkah

Karena tradisi yang sudah menjamur tersebut tuan rumah pun selalu siap menyediakan berbagai hidangan khas, seperti air zamzam, kacang arab, pistachio, kurma, kismis, buah tin, sampai coklat. Air zamzam juga merupakan yang ditunggu-tunggu oleh para tamu. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik air yang ada di muka bumi adalah Zam-Zam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan penawar penyakit.”

Setelah kunjungan dirasa cukup para tamu pun masih mendapatkan cinderamata dari tuan rumah. Ada yang dibeli di tanah arab, banyak juga yang memilih berbelanja oleh-oleh haji dan umroh di negeri sendiri. Cinderamata yang dibeli tentu yang bernuansa Islam sehingga akan melengkapi ibadah. Misalnya kutek, kerudung, mukena, sajadah, peci, dan tasbih. Biasanya oleh-oleh akan dikemas rapi sebelumnya. Pemberian cinderamata tentunya agar tamu terkesan dan dengan harapan akan bermanfaat di kemudian hari.

Maka bagi masyarakat Indonesia beribadah haji dan umroh bukan hanya sekadar berangkat dan pulang, namun juga berbagi setelahnya. Sehingga harus diperhitungkan segalanya dengan cermat.

 

Halaman ini telah diakses dengan kata kunci: